Kamis, 26 April 2012

PENDIDIKAN DAN TEKNOLOGI

1. Darmayantie Syahputri (11-003)
2. Rizki Hasanah (11-029)
3. Winda Lydia Sari (11-067)
4. Nurul Fadhillah Srg. (11-071)
5. Dinarti Utari (11-093)


Pada postingan kali ini, kami akan membahas tentang Pendidikan dan Teknologi.
Pertama, kami akan menjelaskan persinggungan di antara kedua hal tersebut. Menurut kami, persinggungan tersebut terjadi pada saat teknologi membantu untuk menunjang pendidikan.Contohnya adalah ketika guru ingin menggambarkan tentang suatu hal pembelajaran, maka teknologilah yang membantu agar murid-murid dapat mengeksplorasi dan interaktif terhadap materi pembelajarannya, serta memperluas wawasan mereka. Peran teknologi juga dirasakan dalam pendidikan informal, dimana masyarakat dapat mengakses informasi dimanapun dan darimanapun.

Kedua, kami akan membahas perbandingan standar murid untuk berteknologi dalam teori dan kenyataannya khususnya di Medan.

Pra-TK - Grade Dua 
 Pada kehidupan sehari-hari, umunya anak di Medan pada periode ini telah :
  1. sudah mampu menggunakan alat input dan output pada komputer namun merupakan kombinasi pengajaran dari lingkungan keluarga juga.
  2. menggunakan sumber daya multimedia untuk pembelajaran, salah satunya adalah Edu Games yang merupakan software untuk belajar sambil bermain.
  3. anak-anak juga dibantu dan bekerja sama dengan teman dan anggota keluarganya dalam menggunakan teknologi.
  4. pada beberapa sekolah, guru sudah menerapkan penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran. Misalnya dengan menampilkan video untuk memperdalam pemahaman anak.
Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan penggunaan teknologi dalam pembelajaran dan standar untuk murid yang melek teknologi di Medan semakin baik dan hampir sesuai dengan harapan dan standar.

Ketiga, kami akan membahas mengenai Ubiquitous Computing, yaitu teknologi yang menekankan pada distribusi komputer ke lingkungan daripada distribusi personal. Ciri-cirinya adalah:
  1. memungkinkan user bersifat dinamis
  2. perangkat teknologi bersifat portabel, kecil, dan murah
  3. menjadi latar belakang kehidupan manusia
Ubiquitous Computing adalah kebalikan dari realitas virtual dimana memaksa komputer untuk eksis di dunia manusia. Contohnya ketika kita ingin bermain piano. Sebelum era ini, kita harus berhadapan langsung dengan piano tersebut. Tapi, sekarang kita bisa langsung memainkannya dengan cara meng-install program tersebut langsung di perangkat teknologi kita. Sehingga kita bisa memainkannya dimana saja dan kapan saja.
Perangkat komputer pada era ini sangat menunjang pendidikan karena dapat membantu murid untuk mengerjakan tugas dan dapat dibawa pulang dimana mereka bisa bekerja sama dengan teman lain tanpa dibatasi jarak.

Sekian dari kami. Terima kasih! :)

Senin, 09 April 2012

Psikolog Sekolah

Winda Lydia Sari (11-067)
Ahmad Khalid T. (11-079)
Nurul Fadhillah (11-107)

Peran Psikolog Sekolah 
  • pelaksanaan tes
  • melakukan wawancara dengan siswa, guru, orang tua, serta orang-orang yang terlibat dalam pendidikan siswa
  • observasi siswa di kelas, tempat bermain, serta dalam kegiatan sekolah lainnya
  • mempelajari daftar kumulatif prestasi belajar siswa
Psikolog Sekolah VS Psikolog Pendidikan
Psikolog sekolah berkaitan dengan kejiwaan siswa yang tidak bisa ditangani dengan baik oleh guru bimbingan konseling (BK). Contohnya kalau ada permasalahan anak-anak yang tidak bisa diselesaikan, karena anak stress atau depresi atau suatu hal yang berkaitan dengan kejiwaan biasanya psikolog yang menyampaikan.
Psikolog pendidikan memiliki andil dalam merancang kurikulum pendidikan yang disesuaikan dengan usia perkembangan anak.. Selain itu psikolog pendidikan berperan untuk senantiasa memonitor prilaku anak didik di lingkungan sekolah, keluarga, ataupun masyarakat melalui komunikasi dua arah dengan orang tua anak.


Sekolah sebagai Agen Perubahan
  1. pengembangan pribadi
  2. pengembangan warga
  3. pengembangan budaya
  4. pengembangan bangsa
 Metode Pengajaran
  1. metode ceramah
  2. metode diskusi
  3. metode demonstrasi
  4. metode ceramah plus
  5. metode resitasi
  6. metode eksperimental
  7. metode study tour
  8. metode latihan keterampilan
  9. metode pengajaran beregu


Permasalahan yang Terjadi di Sekolah
Masalah yang sering terjadi di sekolah diantaranya masalah kesulitan belajar siswa. solusi yang dapat digunakan adalah dengan berkoordinasi dengan murid, orang tua, maupun guru/sekolah.

Pentingnya Psikolog Sekolah
Psikolog sekolah diperlukan untuk membantu siswa dalam mengatasi masalah-masalah kejiwaan yang tidak bisa diatasi oleh guru biasa,

Layanan Psikolog Sekolah
  1. membantu sekolah dalam menangani  siswa yang mengalami masalah psikologis
  2. membantu orang tua mengatasi masalah yang ada pada anak mereka
  3. membantu siswasecara individual maupun kelompok untuk menangani masalah
  4. memberikan pelatihan dan pengarahan pada guru secara berkala
  5. memberikan diskusi pada orang tua secara berkala
  6. membantu sekolah dalam proses seleksi siswa baru
  7. membantu sekolah dalam proses rekruitmen dan seleksi guru

Guru Bimbingan Konseling (BK)
Guru BK memiliki tugas, tanggung jawab, dan wewenang dalam pelaksanaan pembimbingan konseling terhadap peserta didik. Tuguas guru bimbingan konseling terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, dan kepribadian peserta didik di sekolah/madrasah.

Senin, 02 April 2012

Pendidikan Anak Pra Sekolah dan Perkembangan Anak

Kelompok 16 :

Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosioemosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.

1. Perkembangan Fisik
Koordinasi motorik kasar, yaitu anak lebih mampu bermain seperti melompat, berlari, melambungkan bola dan koordinasi  motorik halus seperti mencuci tangan sendiri, memegang pinsil, dan mengancing baju.
2. Perkembangan Kognitif
Melalui kegiatan bermain di sekolah tersebut, anak-anak dapat belajar problem solving, punya rasa ingin tahu yang besar, bisa mengambil ide, dan mengembangkan ide.
3. Perkembangan Sosioemosional
Anak-anak mampu bernegosiasi dengan teman-temannya, cepat beradaptasi dan bersosialisasi. Mereka dituntut untuk mampu bekerja sama dengan teman-temannya.
4. Perkembangan Bahasa dan Komunikasi
Melalui pemberian PAUD kepada anak, anak akan lebih cepat belajar untuk berkomunikasi dengan teman sebayanya sehingga meningkatkan kemampuan linguistiknya.