Minggu, 31 Maret 2013

Proses Pengelolaan Guru

Pendidikan Guru

Pendidikan prajabatan guru (preservice teacher education) mengacu pada kebijakan dan proseur yang dirancang untuk membekali calon guru dengan pengetahuan, sikap, perilaku, dan keterampilan yang mereka butuhkan untuk melakukan tugas-tugas secara efektif dalam kelas, sekolah, dan masyarakat luas setelah mereka menjalankan tugas sesungguhnya. Proses pengelolaan guru, mulai dari pendidikan prajabatan sampai dengan promosi secaea umum dibedakan menjadi :

  1. Pendidikan yang ditempuh melalui perguruan tinggi (pendidikan prajabatan) yang memiliki program pengadaan tenaga guru atau program studi di universitas untuk mencapai program sarjana. Program ini disebut sebagai "program pendidikan prajabatan" atau "preservice teacher education" bagi calon guru.
  2. Pendidikan profesi yang dilaksanakan oleh lembaga pendidikan keprofesian pada perguruan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah dan terakreditasi. Pendidikan profesi merupakan wahana bagi guru untuk memperoleh sertifikat pendidik. Lembaga pendidikan berupa layanan khusus bagi calon guru untuk mendapatkan sertifikat pendidik atau sertifikat guru sebelum memasuki ruang kelas sebagai guru yang sesungguhnya.
  3. Induksi atau proses bimbingan dan pelatihan pada tahun pertama menhalankan tugas mengajar di sekolah (adakalanya lebih dari satu tahun) di bawah bantuan mentor atau guru senior. Kepala sekolah, pengawas sekolah, dan guru-guru biasanya terlibat dalam program pementoran.
  4. Pengembangan profesional guru secara berkelanjutan (continuing professional development,CPD), berupa proses pelayanan pengembangan keprofesian guru secara terus-menerus, termasuk usaha guru mengembangkan dirinya sendiri.
  5. Pengembangan karir guru, berupa kenaikan pangkat, penugasan atau promosi. Penugasan guru dapat berupa sebagai guru kelas, guru mata pelajaran, guru konseling. Promosi guru dapat berupa penguasan memperoleh tugas tambahan sebagai kepala sekolah, mengemban jabatan pengawas, ketua departemen pada sekolahkejuruan, wakil kepala sekolah, atau pengembangan karirsecaea lateral, seperti menduduki jabatan struktural.

Sumber : Danim, Sudarwan.(2010). Pedagogi, Andragogi, dan Heutagogi. Bandung: Alfabeta.


Paedagogi dan Fenomena Kontemporer

Teknologi informasi dan komunikasi telah memberi warna sendiri dalam proses pembelajaran, serta melahirkan pemikiran baeu di bidang pedagogi. Kehadiran TIK di sekolah menyusul alat-alat ilmiah seperti teleskop dan mikroskop yang ada sebelumnya memungkinkan kegiatan pembelajaran berakselerasi, Aneka informasi begitu gampang diakses dan sistem komputasi makin mudah dan cepat dilakukan.

Kecepatan komputer dalam melakukan perhitungan yang terdefinisi dengan baik memungkinkan guru-guru unruk melakukan penjajahan aneka konsekuensi dari interaksi pembelajaran dengan cara yang relatif sederhana, suatu fenomena yang sebelumnya masih dianggap tidak mungkin.

Singkatnya, perpektif munculnya potensi yang menawarkan kerangka kerja dan dukungan teoritis untuk memikirkan kembali pedagogi yang tidak dimulai dengan konsep strukur dan hierarki yang telah direncanakan sebelumnya. Namun, hal ini tidak mungkin menggantikan kehadiran guru, apalagi mengambil tanggung jawab mereka.

Dalam sistem pembelajaran yang makin interaktif, tugas utama guru tidak untuk memhamai dan melaksanakan organisasi de novo, atau diisolasi dari peserta didik di dalam kelas. Sebaliknya, guru tampil dengan peran khusus untuk menciptakan jenis lingkungan yang kaya dalam organisasi yang produktif, serta dapat memunculkan interaksi dari semua peserta.

Menyadari bahwa pertumbuhan dan perubahan terjadi karena adanya interaksi di antara unsur, berarti menjadi penting adanya kontak antar individu dan dinamika kelompok secara keseluruhan. Siswa perlu terlibat dalam interaksi ini dalam rangka memberikan pengalaman, sudut pandang dan cerita alternatif untuk mereka sendiri, yang akan memungkinkan mereka mengubah kisah-kisah pribadi dengan cara baru.


Sumber : Danim, Sudarwan.(2010).Pedagogi, Andragogi, dan Heutagogi. Bandung: Alfabeta.

Guru yang Baik Gimana Sih ?

Kegiatan belajar yang unggul dipandang sebagai proses akademik dimana siswa termotivasi belajar secara berkelanjutan, substansial, dan positif terutama berkaitan dengan bagaimana mereka berpikirm bertindak, dan merasa. Keunggulan ini juga bermakna suatu proses yang mengangkat motivasi belajar siswa ke tingkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan efek mengajar biasa. Kegiatan mengajar semacam ini menginspirasi siswa untuk terus belajar, selayaknya orang terhipnotis karena inspirasi dari gurunya. Seorang guru yang sangat baik dipandang sebagai salah satu energi yang memberikan kontribusi positif yang luar biasa terhadap terciptanya suasana belajar siswa, termasuk membangkitkan minat mereka. Berdasarkan hasil kajian terhadap beberapa referensi guru dengan kemampuan mengajar yang unggul memiliki karakterikstik seperti berikut ini :

a. Keahlian pokok :
  • memiliki pengetahuan tentang materi pelajaran secara menyeluruh dan menunjukkan antusiasme yang menular untuk itu,
  • menguasai materi lebih jauh dari sekedar yang tertuang dalam buku teks standar,
  • meneliti dan mengembangkan pikiran-pikiran penting dan asli mengenai materi pelajaran khusus,
  • mendalami secara kontinyu mata pelajaran, menganalisis sifar dan cakupan materi pelajaran, dan mengevaluasi kualitas,
  • mengikuti perkembangan secara teratur dalam mata pelajran terkait dan pengembangan intelektual bidang lain yang menunjang,
  • memiliki minat yang kuat dalam isu-isu yang lebih luas demi pengembangan intelektual yang mengagumkan.

b. Ahli pedagogis :
  • menetapkan tujuan-tujuan pembelajaran yang sesuai dan mampu mengomunikasikannya dengan jelas,
  • menunjukkan sikap positif dan kepercayaan terhadap siswa, serta secara kontinyu bekerja untuk mengatasi kendala yang mungkin menghambat kemajuan belajar,
  • mengevaluasi dan menilai siswa secara adil dan tepat,
  • mendorong siswa berpikir dan memberdayakan diri untuk menemukan kreativitas mereka sendiri,
  • mempromosikan berbagai ide-ide, ekspresi, dan pendapat terbuka yang beragam, dengan tetap menjaga suasana integritas, kesopanan, dan rasa hormat,
  • memandu siswa berhasil belajar melalui ekplorasi proses pemecahan masalah secara kreatif dan kritis, serta membantu siswa bergular dengan ide-ide dan informasi yang mereka butuhkan untuk mengembangkan pemahaman mereka sendiri,
  • mempromosikan penemuan siswa,
  • menjadikan mengajar dan belajae sebagai kegiatan ilmiah,
  • menunjukkan rasa komitmen yang kuat bagi komunitas akademis di samping keberhasilan pribadi di dalam kelas,
  • memberikan umpan balik secara teratur, konstruktif, dan objektif untuk siswa,
  • menemukan cara yang unik dan kreatif untuk menghubungkan siswa satu sama lain.

c. Komunikator yang unggul :
  • menunjukkan kemmapuan berkomunikasi lisan dan tulisan yang efektif, menunujkkan kemampuan berorganisasi dan keterampilan perencanaan yang baik,
  • membantu siswa belajar menggunakan keterampilan berkomunikasi yang efektif, mendengarkan dengan penuh perhatian, bersemangat, dan menunjukkan keakraban,
  • memanfaatkan alat pembelajaran secara tepat dan efektif,
  • meyederhanakan dean menjelaskan materi pelajaran yang kompleks, serta menghasilkan wawasan yang menginspirasi,
  • menggunakan bahasa sebagai jembatan budaya.

d. Mentor yang berpusat pada siswa :
  • menjadikan dan membuat kegiatan belajar siswa sebagai prioritas tertinggi,
  • menanamkan keinginan pada siswa untuk belajar seumur hidup,
  • membuat siswa dengan mudah memahami kepribadiannya.

e. Asesor yang sistematis dan berkelanjutan :
  • mengembangkan dan menggunakan hasil penelitian untuk terus meningkatkan pengalaman belajar siswa sesuai dengan tujuan program,
  • menyesuaikan gaya mengajar untuk mencapai tujuan belajar siswa yang berhasil,
  • mendukung upaya pengujian untuk mengetahui keberhasilan kegiatan pembelajaran.

Sumber : Danim, Sudarwan.(2010).Pedagogi, Andragogi, dan Heutagogi. Bandung: Alfabeta

Paedagogi dan Paradigma Belajar

Setiap strategi guru didasari pada paradigma yang berbeda mengenai cara siswa belajar. Hal yang penting dipahami saat ini, bahwa strategi tumbuh dari paradigma yang berbeda. Asumsi yang mendasarinya adalah bahwa pembelajaran yang lebih akan terjadi ketika guru mulai mendapatkan pemahaman yang prima mengenai bagaimana kegiatan belajar terjadi. Guru akan menjadi lebih efektif apabila ia secara sadar memilih untuk menggunakan strategi mengajar, memperluas pembendaharaan strategi dan ahli dalam menggunakan strategi itu. Lima strategi mengajar antara lain :
1. Pelatihan dan pelatihan lanjut, yaitu mengembangkan keterampilan dasar dan lanjutan dengan tujuan yang jelas, melaksanakan pembelajaran dengan langkah-langkah tertentu, dan memperkuat setiap kemajuan.

2. Ceramah dan menjelaskan, yaitu menyajikan informasi dengan cara yang dapat dipahami, mudah diproses dan diingat.

3. Mencari dan menemukan, yaitu pembelajaran keterampilan berpikir, pemecahan masalah, dan kreativitas melalui penyelidikan dan penemuan.

4. Kelompok dan tim, yaitu berbagi informasi, bekerja secara kooperatif pada pembelajaran proyek, serta mengeksplorasi sikap, pendapat, dan keyakinan melalui proses kelompok.

5. Pengalaman dan refleksi, yaitu mengaktifkan siswa untuk merefleksikan pembelajaran yang terjadi di lingkungan kerja, magang, studi kerja, studi wisata, atau kegiatan di luar ruangan.

Kelima strategi di atas menyediakan kerangka kerja konseptual yang berguna untuk mengorganisasi kegiatan pembelajaran. Kelimanya dapat digunakan dengan materi pembelajaran dalam pengaturan apapun di setiap kelompok usia siswa, bahkan untuk mahasiswa. Lima strategi, bersama dengan tiga perspektif (materi pelajaran, cara mengelola/mengatur pembelajaran,dan siswa) menyediakan informasi dasar profesional pada setiap guru agar menjadi lebih efektif dalam melaksanakan tugasnya. Selebihnya tentu mengandalkan pelatihan, kesabaran, dan kerja keras.


Sumber : Darwin, Sudarwan. (2010). Pedagogi, Andragogi, dan Heutagogi. Bandung: Alfabeta.

Senin, 18 Maret 2013

Rancangan Observasi dan Pengajaran Kelompok 10

Saya Winda Lydia Sari 11-067 bersama dua orang teman pria yang ganteng-ganteng yaitu M. Oktorianta 11-119 dan M. Rajief 11-117 tergabung dalam satu kelompok yaitu kelompok 10.
Pada tanggal 18 Maret 2013, kami membahas mengenai rancangan observasi dan pengajaran yang merupakan tugas kelompok mata kuliah pedagogi ini.
nah jadi beginilah rancangan kasar kelompok saya ..


  • Tema : Practice English
  • Sasaran : 5 orang anak yang merupakan sepupu-sepupu dari M. Oktorianta
  • Tempat : rumah Okto
  • Waktu: 1 jam
  • Alat dan bahan : pensil, penghapus, crayon, buku gambar, media kertas bergambar (seperti gambar apel, rumah, mobil, dll), serta reward berupa cemilan
  • Pelaksanaan : 
  1. Para pengajar berkenalan dengan para peserta dan membangun suasana yang nyaman
  2. Pengajar akan mengajarkan kata-kata bahasa inggris mengenai gambar-gambar yang disediakan
  3. Peserta akan diminta untuk berlatih mengucapkan dan mengingat nama-nama tersebut selama proses mengajar dan belajar berlangsung
  4. Setelah itu, peserta akan diberikan kertas gambar kosong. Mereka diminta untuk menggambar objek yang mereka senangi. Lalu, mereka diberikan krayon untuk mewarnai gambar tersebut.
  5. Satu per satu anak menunjukkan gambar mereka sambil berdiri di hadapan teman-temannya dan menceritakan mengenai objek tersebut
  6. Pengajar lalu memberitahukan nama objek tersebut dalam bahasa Inggris dan meminta peserta untuk berlatih mengucapkan dan mengingatnya
  7. Setelah itu,pengajar mereview kata-kata yang telah diajarkan
  8. Para peserta diberikan reward
  9. Kelas berakhir
  10. Selama proses berlangsung, salah satu anggota kelompok melakukan observasi mengenai proses mengajar dan belajar tersebut
Demikianlah rancangan awal kami mengenai tugas observasi yang akan kami lakukan. Semoga dapat berjalan sesuai harapan. Amiin v(^_^)v

Pedagogi Praktis Abad ke-21

Memasuki abad ke-21, banyak orang tertarik dengan pedagogi. Bahkan, diberi nama dengan Pedagogi Abad ke-21 atau yang dikenal juga dengan pedagogi progresif (progressive pedagogy). Hal ini merupakan pengaruh dari perubahan teknologi yang pesat. pedagogi mendorong orang-orang untuk melakukan desai dan pemahaman ulang mengenai penggunaannya untuk merumuskan kurikulum yang sesuai dengan zaman serta kebutuhan peserta didik.
Pedagogi tidak sekedar dipahami, namun juga bagaimana cara pengaplikasiannya.

Kategori Pedagogi

  • Pengetahuan pedagogis formal. Hal ini bermakna pedagogi teoritis atau ilmiah yang merupakan upaya mengembangkan prinsip dan teori pedagogi yang efektif melalui penelitian yang sistematis, lebih abstrak dan lebih umum dari pedagogi vernakular atau pedagogi praktis. Pedagogi formal atau teoritis didukung oleh pengalaman dasar yang kuat, istimewa, dan dibangun atas fondasi kajian empirik selama proses mengajar dan belajar (Moore, 2000).
  • Pengetahuan pedagogis vernakular. Hal ini disebut juga dengan pedagogi praktis.

Fungsi Penelitian Pedagogis

  • Menghasilkan pengetahuan baru mengenai pembelajaran dan pengajaran
  • Memungkinkan guru atau pendidik memahami, menjelaskan, membela, membenarkan, dan bila perlu memodifikasi pedagogi

Sabtu, 16 Maret 2013

Pedagogi Teoritis dan Prinsip Pedagogis

Kali ini, kelas paedagogi tanggal 11 Maret 2013 kemarin dilaksanakan dengan blended learning. Kelompok saya yang terdiri atas M. Rajief dan M. Oktorianta melakukan diskusi online melalu gtalk. Kami membahas materi mengenai "Pedagogi Teoritis dan Prinsip Pedagogis". Beginilah asiknya jalan diskusi kami..


8:17 PM Okto has joined
  Okto has joined
8:18 PM Okto: tes
 111301117r.j.p: Tes
 me: set
 111301117r.j.p: Sep
 Okto: nah jadi apatu pedagogi teoritis
8:20 PM me: kalo dr bukunya si prof sudarwan sih banyak kali pengertiannya
8:21 PM 111301117r.j.p: Salah satunya?
8:23 PM me: kalo pedagogi itu kan kata benda yg artinya ilmu pendidikan, nah pedagogis itu kata sifatnya. kalo kata si Danilov pedagogis itu proses interaksi yg continual dan saling berasimilasi antara pengetahuan ilmiah sama pengembangan siswa
8:24 PM kalo kata si alberto, pedagogis itu tindakan guru dan siswa di sekolah
  kalian punya pendapat lain?
8:28 PM 111301117r.j.p: Klo dri yg kubca berdasarkan kamus besar bahasa indonesia,pedagogis itu artinya bersifat pedagogi
  Dengan kata lain bersifat mendidik
8:29 PM Okto: kalo menurut buku pedagogik teoretis-sistematis dari M J Langeveld , pedagogik teoretis beda dari pedaogik praktiyang pertama pikiran tertuju pada penyusunan
persoalan dan penyusunan persoalan dan pengetahuan sekitar pendidikan secara ilmiah,
sedang pada yang kedua fikiran tertuju pada cara
cara bertindak.
  jadi hal hal yg terkait penyusunan materi dan teknik mengajar dijabarkan secara ilmiah dalam koridor teoretis
8:30 PM sementara yang bersifat praktis adalah pengimplementasiannya di lapangan
  berangkat dari teori
8:31 PM 111301117r.j.p: Yang td aku dpt dri http://www.kamusbesar.com/29146/pedagogis
8:34 PM me: hoo berarti pedagogik teoritis lebih ke planningnya trus yg praktis itu lebig ke praktek nyata, gitu ya we?
8:36 PM 111301117r.j.p: Berarti pedagogik teoritis dan praktis saling berhubungan dong

5 minutes
8:41 PM me: hoo oke deh, trus tentang prinsip2 pedagogis itu wee
8:43 PM kalo di buku yg tadi, prinsipnya tu ada ini
8:44 PM kesatuan karakter ilmiah dan ideologi dr proses pedagogis yg harus terstruktur
8:45 PM Okto: dari beberapa blog yg kubaca,
 111301117r.j.p: Maksdnya kesatuan karakter ilmiah itu apa?
 Okto: prinsip pedagogis terkait dengan asumsi dasar hakikat pedagogi itu sendiri
  yaitu mengajar anak anak
  asumsinya kan anak anak masi dalam tahap operasional kongkrit
8:47 PM me: kalo di buku sih dibilangnya temuan2 yg paling maju di bidang sains kontemporer jip
 Okto: jadi cara ngajarnya masi teacher oriented
  jadi cara ngajarnya masi teacher oriented
  dan terikat sm kurikulum
8:48 PM biasanya juga masi digunakan pengkondisian prilaku
 111301117r.j.p: Oooh gitu
 Okto: baik operant atau classical conditioning
8:49 PM 111301117r.j.p: Kalo seandainya gk sesuai kurikulum apa bisa pengajar itu di sebut gagal?
8:50 PM me: menurut winda sih dia berarti perlu belajar lagi utk jd pengajar :D
  menurut rajief? bg okto?
8:54 PM Okto: sebenrnya berangkat lagi dari prinsip dasarnya
8:55 PM dengan asumsi2 yg diatas kan kita tau, cara ngajar anak ga sama sm orang dewasa
8:56 PM jadi mestinya bagi guru mampu membedakan teknik untuk anak anak dan teknik untuk orang dewasa
8:57 PM orang dewasa kan ngajarnya itu student centered dan banyak problem solving
8:58 PM kalo buat anak , lebih umum, kitakan mau ngembangin life skill dasarnya dulu
  jadi melalui prinsip pedgogi teoretisnya disusun sedemikian rupa dalam kurikulum
8:59 PM 111301117r.j.p: Klo mengajar berdasarkan kurikulum,manusia cma bisa jadi seperti robot yang udah di atur atau di setting,manusia jadi terikat dan tidak bsa mengekspresikan setiap imajinasinya,jadi menrut ku bukan pengajar yang gagal kalo gk sesuai kurikulum,tp harus tetap di arah pengajaran yang benar dan sesuai dong,itu sih menurutku
 Okto: dah ,guru yang baik akan tahu asumsi dasar diatas, jadi biasanya gak akan melenceng jauh jauh dari kurikulum karena peran guru dalam pedagogi adalah pusat dari proses learning itu sendiri
  ya , manusia kan ada anak anak ada orang dewasa
9:00 PM karena konteksnya pedagogi jadi kita bicara anak anak
  memang sih, kalo terlalu kaku ke kurikulum juga ga baus
9:01 PM tapi kan udah banyak taman kanak kanak ato PAUD yang punya sistem pengajaran yang berpusat pada permainan tapi tetap relevan dengan kurikulum
9:02 PM jadi ga monoton juga, kan azman juga berkembang
  *zaman
9:05 PM me: jd kesimpulannya pengajar itu harus inget prinsip2 pedagogis dan ngeaplikasiinnya pake cara2 yg menyenangkan buat anak2, gitu kan ya?
9:06 PM Okto: yes
 111301117r.j.p: Yuhuu~
9:07 PM me: hooo saya sudah mengerti materi hari ini
  bagaimana dengan kalian?
  masih ada yg perlu didiskusikan?
9:08 PM 111301117r.j.p: Aku paham ^^
9:10 PM Okto: aku lapar
  paham juga
 me____
9:11 PM oke deh eke kirim ke bu dina ye
  daah <3
 111301117r.j.p: Terima kasih diskusinya^^ 

Sabtu, 02 Maret 2013

Paedagogi: Seni dan Ilmu Mengajar



Apa Itu Paedagogi ?
Secara istilah, Paedagogi berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu paedos yang berarti anak dan agogos yang berarti membimbing, mengantar, atau memimpin. Kedua istilah tersebut membentuk sebuah istilah baru yang disebut dengan paedagogos dan paedagog. Istilah ini pada zaman Yunani kuno awalnya digunakan sebagai sebutan untuk pelayan yang mengantarkan atau membimbing anak dari rumah menuju sekolahnya dan setelah sampai anak tersebut dilepas. Sehingga dapat dikatakan istilah ini mengacu pada 'mengantarkan anak menuju kedewasaan'. Istilah lainnya yaitu paedagogia yang memiliki ari pergaulan dengan anak, paedagogi yang merupakan praktek pendidikan dengan anak, serta pedagogik yang berarti ilmu mendidik anak.

Kapan Seorang Anak Masuk dalam Kawasan Pedagogik ?
Menurut M.J. Langeveld, pendidikan baru akan terjadi ketika anak telah mengenal kewibawaan, syaratnya yaitu terlihat oada kemampuan anak dalam memahami bahasa, karena sebelum itu dalam pedagogik anak tidak disebut telah dididik, namun disebut dengan pembiasaan. Sedangkan batas atasnya yaitu ketika anak telah mencapai kedewasaan atau bisa disebut orang dewasa.

Apa Saja Kegunaan Pedagogik ?

  1. Dasar bagi praktek mendidik anak
  2. Standar atau kriteria keberhasilan praktek pendidikan anak
  3. Motif untuk pertanggungjawaban pendidikan bagi anak
  4. Pendidik mampu memahami fenomena pendidikan secara sistematis
  5. Memberikan arahan mengenai apa yang seharusnya dilakukan dalam mendidik anak
  6. Menghindari kesalahan-kesalahan dalam praktik mendidik anak
  7. Sarana mengenal diri sendiri dan melakukan koreksi diri
Apa Asumsi Dasar Pedagogik ?

  1. Konsep diri peserta didik, bergantung kepada guru
  2. Pengalaman peserta didik, masih harus dibentuk daripada digunakan sebagai sumber belajar
  3. Kesiapan belajar peserta didik, seragam sesuai dengan tingkat usia dan kurikulum
  4. Orientasi dalam belajar, berorientasi pada bahan ajar
  5. Motivasi belajar, melalui pujian, hadiah, ataupun hukuman

Apa Saja Kompetensi Pedagogik ?
Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan dalam pengolahan pembelajaran peserta didik, meliputi :

  1. Mengenal karakteristik peserta didik
  2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran
  3. Mampu mengembangkan kurikulum
  4. Menciptakan kegiatan pembelajaran yang mendidik
  5. Mengembangkan kompetensi peserta didik
  6. Melakukan komunikasi dengan peserta didik
  7. Menilai dan mengevaluasi pembelajaran
Apa Saja Unsur Proses Pedagogik?

  1. Suasana, tegang, kepercayaan rendah, formal, kaku, orientasi pada guru, kompetitif, dan sarat akan penilaian.
  2. Perencanaan, dilakukan oleh guru.
  3. Diagnosa kebutuhan, dilakukan oleh guru.
  4. Penetapan tujuan, dilakukan oleh guru.
  5. Desain rencana belajar, dilakukan oleh guru.
  6. Kegiatan belajar, teknik penyajian dan tugas bacaan.
  7. Evaluasi belajar, dilakukan oleh guru yang berpedoman pada norma dan pemberian angka penilaian.


sumber :
http://ahmad_sudrajat.guru-indonesia.net/artikel_detail-18438.html
http://afifabdul.blogspot.com/2012/08/7-aspek-kompetensi-pedagogik.html
http://sadakata.wordpress.com/2008/04/21/prinsip-pedagogi-dan-andragogi/