Minggu, 14 April 2013

LAPORAN HASIL WAWANCARA

BAB I
PENDAHULUAN


1. LATAR BELAKANG
     Paedagogi merupakan seni dalam mendidik dan mengajar anak dimana terdapat dasar ilmiah yang perlu diketahui dan dipahami oleh guru. Dasar ilmiah tersebut meliputi : ilmu sosial, psikologi, sosiologi, dan komunikasi yang dapat dan akan terus berubah sejalan dengan penemuan baru di bidangnya.
    Kegiatan mendidik dan mengajar yang baik menuntut kehadiran guru yang baik pula. Guru yang cerdas mencerminkan ketaatan pada etika dan asas pengetahuan, integritas pribadi, dan kemampuan berkomunikasi. Guru yang baik cerman dalam bertutur dan bertindak dalam membantu siswa mengembangkan kebiasaan berpikir rasional dan belajar dalam suasana yang menyenangkan.

2. TUJUAN WAWANCARA
       Adapun tujuan dari kegiatan wawancara ini adalah :
1. Untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Paedagogi
2. Mengumpulkan data mengenai :
  • Pandangan guru mengenai pendidikan
  • Motivasi dasar yang dimiliki oleh guru
  • Sudut pandang dalam melihat peserta didik
  • Filosofi yang dimiliki dalam mengajar
  • Pendekatan yang digunakan dalam mengajar

3. MANFAAT WAWANCARA
       Manfaat yang diharapkan dari wawancara ini adalah :
1. Memberikan kontribusi pengetahuan dan wawasan yang lebih luas kepada pembaca menyangkut pendidik dalam kehidupan nyata
2. Memperdalam pengetahuan Paedagogi bagi para pembaca
  

BAB II
HASIL WAWANCARA

1. IDENTITAS
Nama                                             : IS
Tempat/Tanggal Lahir                  : Klumpang, 13 Juni 1980
Jenis Kelamin                               : Pria / Wanita
Pendidikan Terakhir                     : S1 Sastra Inggris
Guru Mata Pelajaran                    : Bahasa Inggris
Lama Mengajar                            : 12 Tahun

2. PELAKSANAAN
Hari/Tanggal       : Selasa, 9 April 2013
Waktu                  : 12.05 – 12.20 WIB
Tempat                : Ruang guru SMA Harapan 1, Jalan Imam Bonjol No.35, Medan

3. HASIL
Wawancara yang dilakukan mendapatkan beberapa hasil, antara lain :

PANDANGAN TENTANG PENDIDIKAN
Menurut Bapak IS, pendidikan adalah suatu standar keberhasilan seseorang dalam hidup. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang bisa mengubah akhlak seseorang. Akhlak yang buruk dididik menjadi akhlak yang baik. Menurutnya, pendidikan di Indonesia sudah 60% baik. Hal ini dikarenakan faktor lingkungan, pemerintahan, dan pengajar yang masih perlu untuk diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya. Cara yang mungkin untuk mengatasinya adalah dengan adanya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, peningkatan kesejahteraan pengajar, dan sekolah yang menentukan kelulusan seorang anak. Sebaiknya Indonesia menganut sistem pendidikan di luar negeri dimana anak hanya diajarkan mata pelajaran yang tidak terlalu banyak namun yang utama sehingga anak dapat memberikan hasil yang lebih maksimal.

MOTIVASI
Motivasi utama Bapak IS adalah penghasilan. Namun baginya, di Indonesia sendiri penghasilan pengajar belum mencukupi. Sehingga menurutnya motivasi lain yang mendasarinya adalah keinginan dari dalam diri untuk memberikan pengajaran pada anak didik.

STRATEGI
Bapak IS menggunakan berbagai strategi dalam mengajar antara lain, ceramah dan menjelaskan, mencari dan menemukan, kelompok dan tim, serta pengalaman dan refleksi. Hal ini dilakukan dengan cara peserta didik sering diajak ke taman untuk membuat suasana yang aktif dan menyenangkan dan memancing kreativitas. Ia juga sering mengikuti keinginan anak dalam menentukan strategi pembelajaran yang mana yang akan ia gunakan. Namun, tetap dalam jalur yang telah ditentukan demi tercapainya tujuan pembelajaran. Strategi ini ia pilih untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Menurut Bapak IS, strategi apapun yang digunakan oleh pengajar haruslah mengandung akhlak yang baik. Alat yang sering digunakan adalah laptop, proyektor, video pembelajaran, alat musik, alat olahraga, whiteboard, dan spidol. Ia selalu melakukan pengajaran dengan melibatkan teknologi dalam memaksimalkan proses pembelajaran.

PANDANGAN TENTANG PESERTA DIDIK
Bapak IS memandang peserta didik sebagai anak yang kurang kasih sayang. Menurut pengalamannya, 75% dari seluruh murid yang ia ajar memiliki masalah kekurangan kasih sayang. Hal ini ia lihat karena kurangnya semangat anak ketika berada di sekolah. Ia pun berusaha mengatasinya dengan berusaha memberikan perhatian pada masing-masing anak semaksimal mungkin.

FILOSOFI
Bapak IS memiliki filosofi bahwa proses merupakan inti dari pengajaran. Karena proses tersebut lah yang menentukan masa depan anak. Setiap anak harus menyadari pentingnya pendidikan. Dengan menyadari hal tersebut, kegiatan proses pengajaran akan menjadi lebih maksimal. Pengajar juga berperan dalam mewujudkan hal ini yang dapat dimanifestasikan dalam bentuk penyesuaian suasana kelas dan strategi pengajaran untuk meningkatkan motivasi para siswa.

PENDEKATAN
Bapak IS menggunakan pendekatan yang berpusat pada anak. Hal ini dilakukan dengan menyesuaikan setiap cara mengajar dengan kondisi anak (misalnya, mood). Apabila suasana terlihat tidak bersemangat, Bapak IS akan memberikan energizer terlebih dahulu. Dan apabila terdapat anak yang sulit atau bermasalah, Bapak IS akan berusaha menyelesaikannya secara personal dengan sang anak. Hal tersebut dilakukan dengan melakukan wawancara mengenai masalah yang dihadapi anak.

TANTANGAN
Tantangan yang dihadapi Bapak IS dalam mengajar adalah mengatur diri ketika sedang memiliki masalah pribadi. Bapak IS berusaha sebisa mungkin dalam menyembunyikan hal tersebut ketika melakukan pengajaran sehingga hal ini tidak mengganggu anak dalam proses pengajaran.


BAB III
PEMBAHASAN

1. KETERKAITAN DENGAN TEORI
     Hasil wawancara yang ditemukan dapat dikaitkan dengan beberapa teori yang ada dalam buku Prof. Dr. Sudarwan Danim yaitu “Paedagogi, Andragogi, dan Heutagogi” bab 1 sampai dengan 10, antara lain :

PENGAJAR YANG CERDAS
   Kegiatan pembelajaran yang baik menuntut kehadiran guru yang baik. Guru yang cerdas mencerminkan beberapa hal. Pertama, menunjukkan keterpelajaran yaitu efektif menginspirasi dan memotivasi murid dengan baik. Bapak IS telah menunjukkannya dengan melakukan strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi anak di dalam kelas secara keseluruhan untuk meningkatkan motivasi belajar anak.
     Kedua, adanya integritas dalam diri pengajar. Hal ini ditunjukkan Bapak IS dengan adanya rasa percaya diri yang tidak berlebihan dalam mengajar. Semua hal dilakukan dengan berdiskusi terlebih dahulu dengan anak mengenai strategi apa yang akan digunakan dalam pengajaran di saat-saat tertentu.
     Ketiga, kemampuan berkomunikasi dengan siswa. Bapak IS selalu berusaha melakukan komunikasi dalam menentukan strategi pengajaran dan membicarakan masalah-masalah yang dihadapi oleh anak-anak yang sulit untuk mengikuti proses pembelajaran.
     Sehingga, dapat dikatakan bahwa Bapak IS telah memiliki ketiga karakteristik pengajar yang cerdas menurut Sudarwan Danim.

STRATEGI PENGAJARAN
     Terdapat 5 strategi pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran, yaitu : 1) pelatihan dan pelatihan lanjut, 2) ceramah dan menjelaskan, 3) mencari dan menemukan, 4) kelompok dan tim, 5) pengalaman dan refleksi.
    Dari kelima strategi di atas, Bapak IS telah menggunakan strategi 2, 3, 4, dan 5 dalam proses pembelajaran. Strategi tersebut ia sesuaikan dengan kondisi dan situasi peserta didik. Dengan hal ini, Bapak IS menjadi lebih efektif dalam melakukan proses pengajaran.

KARAKTERISTIK GURU YANG DIINGINKAN
     Bapak IS telah memiliki beberapa karakteristik guru yang diinginkan berdasarkan buku Sudarwin Danim, antara lain :
  1. Memiliki kepribadian yang tulus dan rendah hati
  2. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik
  3. Menjadi pendengar yang baik
  4. Memiliki sifat yang kooperatif
  5. Memiliki pandangan positif pada pengajaran
  6. Dapat mengelola siswa di dalam dan luar kelas
  7. Dapat memodifikasi teknik pengajaran
  8. Memiliki selera humor yang baik

TOP 10 KUALITAS GURU YANG BAIK
   1. Confidence. Guru yang baik menghadapi semua situasi dan waktu yang bisa saja dianggap kemunduran olehnya. Bapak IS mencoba untuk menyesuaikan situasi yang sulit dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang akan memperbaiki suasana seperti melakukan energizing.
   2. Patience. Guru yang baik bersedia melakukan apapun yang diperlukan, tidak peduli berapa waktu yang diperlukan. Bapak IS mengungkapkan bahwa ketika terdapat anak yang bermasalah ketika pembelajaran, ia akan mendatangi anak tersebut dan mendiskusikan permasalahan yang ada dengan empat mata sampai anak tersebut bisa mengikuti pelajaran dengan baik.
    3. True compassion for their students. Guru yang baik memiliki rasa kasih sayang sejati pada siswanya. Hal ini Bapak IS tunjukkan dengan sebisa mungkin memperhatikan siswanya secara individual dan membantu memecahkan masalah yang dihadapi siswa.
   4. Understanding. Guru yang baik tidak memiliki teknik yang kaku dalam pengajaran. Seperti yang Bapak IS lakukan, ia sering berganti–ganti strategi dalam pengajaran untuk menyesuaikan dengan kondisi peserta didik.
   5. The ability to look at life in different way and to explain a topic in a different way. Guru yang baik tidak menggunakan satu cara untuk semua pokok bahasan yang disajikan. Dalam hal ini, Bapak IS banyak menggunakan media dalam mengajar, seperti menampilkan video, menggunakan alat-alat peraga, dan lain-lain yang tentunya akan membantu pemahaman siswa.
   6. Dedication to excellence. Guru yang baik ingin siswa belajar dan dapat menerapkan apa yang mereka pelajari, tidak hanya sebatas bisa lulus tes. Seperti yang dikatakan Bapak IS, ia memusatkan pembelajaran pada proses, bukan hasil. Ia yakin, proses yang baik akan dapat memberikan hasil yang maksimal pula, tidak hanya nilai yang tinggi.
   7. Unwavering support. Guru yang baik mendorong siswa yang frustrasi untuk berprestasi. Hal ini dilakukan Bapak IS dengan menanyakan dan membantu kesulitan yang dihadapi anak agar dapat mengikuti pembelajaran lebih maksimal.
   8. Willingness to help student achieve. Guru terbaik tidak “berhenti mengajar” ketika bel berbunyi. Namun, dari hasil wawancara, Bapak IS tidak memberikan informasi bahwa ia mengajarkan anak di luar jam pelajaran. Sehingga, hal ini mungkin belum dilakukan oleh Bapak IS.
   9. Pride in student’s accomplishment. Guru yang baik bangga dengan siswanya yang mendapatkan nilai yang baik atau memperoleh kehormatan. Bapak IS tidak berpusat pada nilai, melainkan proses yang baik. Sehingga hal ini tidak menjadi fokus utamanya dalam mengajar.
  10. Passion for life. Guru terbaik bersemangat pada bidang tugasnya. Mereka menghadapi tugas sebagai tantangan, bukan rutin semata. Bapak IS tidak menunjukkan karakter ini, karena dari pengalamannya 12 tahun mengajar, ia hanya memandangnya sebagai hal rutin sesuai dengan motivasinya untuk mendapatkan penghasilan.

PEDAGOGI, TIK, DAN FENOMENA KONTEMPORER
   Teknologi informasi dan komunikasi memiliki pengaruh besar pada dunia dimana orang-orang muda hidup. Demikian pula belajar yang didukung atau difasilitasi oleh TIK memiliki potensi yang cukup besar untuk mendukung pendekatan pengajaran.
     Seperti yang Bapak IS lakukan, ia banyak menggunakan TIK dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan laptop, proyektor, dan video dalam melakukan proses pengajaran.


BAB IV
KESIMPULAN

Dari hasil wawancara dan keterkaitan dengan teori, dapat disimpulkan bahwa Bapak IS :
  • Bapak IS memiliki pandangan positif mengenai pendidikan. Namun, perlu adanya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
  • Walaupun motivasi utama Bapak IS adalah penghasilan, ia tetap berusaha memberikan pengajaran yang baik pada peserta didik.
  • Bapak IS telah memanfaatkan banyak strategi dalam mengajar. Sehingga hal ini membuat proses pembelajaran Bapak IS menjadi lebih efektif.
  • Bapak IS memandang peserta didik sebagai anak yang kekurangan kasih sayang.
  • Filosofi Bapak IS dalam mengajar adalah mengutamakan proses dibandingkan hasil.
  • Pendekatan Bapak IS dalam mengajar adalah berpusat pada siswa.
  • Tantangan yang dihadapi Bapak IS adalah pengaturan diri di dalam kelas ketika sedang memiliki masalah pribadi.
  • Bapak IS termasuk dalam kategori pengajar yang cerdas.
  • Bapak IS telah mengaplikasikan empat dari lima strategi yang ada dalam buku sumber pustaka.
  • Bapak IS memiliki 8 dari 20 karakteristik guru yang diinginkan yang ada dalam buku sumber pustaka.
  • Bapak IS memiliki 7 dari 10 karakteristik guru berkualitas baik yang ada dalam buku sumber pustaka.
  • Bapak IS telah memanfaatkan teknologi dengan baik dan efektif.

BAB V
TESTIMONI DAN SARAN

1. TESTIMONI
   Kegiatan wawancara ini merupakan hal yang baik untuk dilakukan demi mendapatkan fakta mengenai pandangan guru dalam kehidupan nyata. Dengan melakukan wawancara, kita dapat melihat implementasi teori yang ada dalam buku dengan keadaan di lapangan.
  Proses wawancara yang saya laksanakan berjalan lancar. Dimulai dari perencanaan, pemilihan narasumber, kesediaan narasumber, dan waktu wawancara. Lingkungan wawancara yang sudah tidak asing lagi bagi saya, karena saya dulunya bersekolah disitu, membuat saya nyaman dalam melakukan proses tanya jawab. Secara keseluruhan, proses pengerjaan tugas ini tidak memiliki kendala dan menyenangkan.

2. SARAN
     Setelah saya melakukan kegiatan wawancara, saya memiliki beberapa saran bagi para pembaca, seperti :
  • Persiapkan pertanyaan dengan terstruktur dan jelas
  • Gunakan media rekam untuk mempermudah proses wawancara dan mengingat jawaban narasumber
  • Perhatikan jam istirahat sekolah. Jangan sampai mengganggu kegiatan mengajar narasumber
  • Berikan reward sebagi tanda terimakasih dan penghargaan telah berpartisipasi dan membantu kegiatan wawancara
  

BAB VI
DAFTAR PUSTAKA

Danim, S. & Khairil.(2010).Pedagogi, Andragogi, dan Heutagogi.Bandung : Alfabeta



Who wants to be a teacher? ME !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar