Senin, 18 Juni 2012

SIMULASI PAEDAGOGI DAN ANDRAGOGI

Hai !
Minggu lalu di kelas Pendidikan, kami melakukan simulasi mengenai paedagogi dan andragogi. Yah, kelas pagi itu menjadi semacam kelas drama yang mengasyikkan sekaligus menegangkan.
Saya ada di kelompok 9 bersama 2 orang sahabat saya yaitu
Juniati Siallagan (11-073)
Firman A. Sebayang (11-123)
dan saya Winda Lydia Sari (11-067)

Nah, kami mulai dengan simulasi Paedagogi. Situasinya kami berada di sebuah TK dan saya menjadi guru sedangkan Firman dan Juniati menjadi anak murid. Pada pagi itu saya akan mengajarkan cara bermain origami.
Guru (winda)       : selamat pagi anak-anak!
Murid 1 (Juni)      : selamat pagi bu.
Murid 2 (firman)  : selamat pagi bu.
Guru              : hari ini kita akan bermain origami. kalian sudah siapkan alat dan bahannya ?
Murid 1 dan 2    : sudah bu !
Guru              : baik. kita mulai dengan memegang kertas seperti ini.. lalu lipat pada sisi kanan.. dan lipat lagi seperti ini.. bisa anak-anak?
Murid 1               : seperti ini bu?
Guru                  : ya, lalu lipat lagi ke atas..
Murid 2               : bu, kalau ini bagaimana?
Guru                   : wah, bagus sekali. sekarang kita putar ujungnya...
Nah itu dia tadi simulasi sekilas yang kami tampilkan. Dimana pada kelas Paedagogi, sang guru lah yang menentukan hal apa yang akan dipelajari oleh anak muridnya dan dialah yang menjadi pusat pada proses pembelajaran tersebut.

Lalu, simulasi kami lanjutkan dengan tema Andragogi. Kami mengambil setting di tempat perkuliahan dimana saya menjadi sang Dosen, Juniati menjadi Mahasiswa 1, dan Firman menjadi Mahasiswa 2.
Dosen           : Pagi. Hari ini kita akan membahas tentang Psikologi. Apa yang kalian tahu tentang psikologi?
Mahasiswa 1 : Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang penyakit mental dan kejiwaan.
Mahasiswa 2 : Saya rasa tidak seperti itu. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang prilaku dan mental manusia.
Dosen         : nah, kalian mempunyai jawaban yang berbeda. Bagaimana bisa?
Mahasiswa 1 : Saya rasa hal ini karena.. dan seperti ini..
Mahasiswa 2 : Tidak, tapi pernyataan ini sudah dipaparkan..
Dari gambaran di atas, dapat dilihat bahwa sang doseng menerapkan cara mengajar andragogi dimana dosen hanyalah menjadi fasilitator sedangkan para mahasiswalah yang berperan aktif dan komunikasi berlangsung dua arah serta anak didik lah yang menjadi pusat pada proses pembelajaran.

Sekian dan terima kasih ! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar